Prosedur penanganan barang bawaan tamu rombongan pada saat kedatangan menurut Mudastera 198980 dalam Uniformed Service adalah sebagai berikut 1 Kedatangan tamu a Persiapan awal saat kedatangan barang-barang bawaan tamu rombongan. -. Group Informasi Group informasi adalah informasi-informasi yang dibutuhkan hotel bagi group yang akan tiba di hotel tersebut. Informasi yang biasanya terdapat di dalam group informasi antara lain -Nama group / Jumlah orang -Waktu kedatangan -Waktu keberangkatan -Pelayanan yang diinginkan, Misalnya jenis kamar, meals, transfer dan layanan lainnya. Group informasi ini dibutuhkan oleh Bell Captain untuk menjadwalkan Bellboy saat kedatangan group. - Rooming list Rooming List adalah daftar nama-nama tamu rombongan yang dilengkapi oleh group sebelum kedatangan dan di gunakan oleh hotel registrasi. 2 Penerimaan barang Biasanya penerimaan barang-barang bawaan tamu rombongan dilakukan di main entrance. a. Memeriksa Rooming list Bellcaptain memeriksa Rooming list, apakah ada perubahan dalam penentuan nomor kamar bagi tamu rombongan. b. Menurunkan barang-barang Yang perlu diperhatikan dalam menurunkan barang-barang tamu dari kendaraan adalah dimulai yang paling bawah, kemudian harus memperhatikan beberapa tanda,”This way up”, “fragile”, atau “keep dry”. c. Meletakkan barang Menangani barang harus dengan hati-hati. Saat meletakkan barang-barang bawaan tamu, letakkanlah sesuai dengan tipe barang-barang-barang-barang tersebut dan diletakkan berbanjar agar mudah dalam perhitungan. d. Memeriksa Bell Captain /Concierge harus menghitung jumlah batang serta keadaan dari barang-barang tersebut. Jika ada kerusakan dari barang-barang yang telah diterima, maka harus segera dilaporkan kepada Tour leader atau guide dari travel agency yang menangani tamu rombongan yang bersangkutan. Jumlah barang-barang yang telah diterima juga harus dilaporkan dan ditulis pada rooming list. f. Memberikan kartu barang luggage tag pada barang-barang yang telah dihitung. g. Menuliskan nomor kamar pada barang-barang yang telah di berikan kartu barang sesuai dengan nomor kamar yang ada di rooming list dengan cara mencocokkannya dengan nama yang ada pada masing-masing barang. 3 Pengiriman Barang a. Cara pengiriman - Berdasarkan lokasi Saat mengirim barang-barang tamu rombongan, barang-barang dapat di kirim pada satu lokasi jika jumlah barang tidak terlalu banyak. - Berdasarkan Lantai Jika hotel memiliki beberapa lantai, maka bellboy harus mengirim barang-barang tamu rombongan per lantai dengan menggunakan servive elevator sesuai dengan SOP di hotel yang bersangkutan. - Berdasarkan nomor kamar barang yang harus dikirim berdasarkan nomor kamar. Barang-barang yang telah diberi nomor kamar dapat dikirim langsung ke kamar. Jika ju lah barang tidak terlau banyak, satu orang bellboy dapat mengirim barang ke lantai dan nomor kamar yang berbeda. 4 Penggunaan Peralatan Agar Bellboy dapat membawa lebih dari satu barang, terutama untuk barang-barang bawaan barang tamu rombongan, hotel dilengkapi dengan kereta barang. Ini dapat membawa lebih banyak barang dantidak membuang banyak waktu serta energi. Kereta barang ada dua jenis yaitu kereta barang trolley, kereta barang elektrik 5 Rute yang efektif Pada saat mengirim barang Bellboy melalui beberapa rute, antara lain - Main entrance Rute awal yang dilewati adalah Main entrance. Sebelum di kirim, barang-barang diletakkan terlebih dahulu di main entrance dan selanjutnya dinaikkan ke dalam kereta barang. - Lobby Jika bellboy membawa barang-barang dengan menggunakan kereta barang, harus dibawa dengan hati-hati dan barang-barang tidak sampai menyentuh lantai. Dari main entrance, biasanya barang-barang dibawa melewati lobby. - Servive/elevetor tamu. Setelah melewati lobby, biasanya barang-barang melewati servive elevator atau elevator tamu. Jangan lupa untuk memperhatikan pintu dan dinding lift sehingga barang-barang tidak sampai menyentuhnya. Setelah melewati lift barang-barang akan melewati koridor. Barang-barang tidak boleh menyentuh dinding koridor untuk menghindari kerusakan dari barang-barang tersebut. - Kamar tamu Rute terakhir yang dilewati adalah kamar tamu. Letakkan kereta barang di tempat yang aman di depan kamar dalam koridor. Ketuklah pintu sebelum masuk, kemudian letakkanlah barang pada luggage rack pada posisi yang benar. 6 Pencatatan a Rooming List Concierge/Bell Captain menggunaka list ini untuk mencatat jumlah barang-barang bawaan tamu rombongan yang telah dikrim ke kamar. Informasi yang dapat dicatat pada rooming list antara lain - Jumlah kamar pada setiap kamar. - Jumlah barang-barang bawaan tamu rombongan keseluruhan. - Deskripsi barang-barang bawaan tamu rombongan. b Bellboy Errand Card Bellboy Errand Card diisi sama seperti dalam menangani kedatangan tamu perorangan informasi yang ditulis adalah jumlah barang setiap kamarnya dan jumlah barang tamu rombongan keseluruhan. 7 Prosedur Penanganan Barang Bawaan Tamu Rombongan Pada Saat Keberangkatan Ada beberapa prosedur yang dilaksanakan dalam penanganan barang bawaan tamu rombongan saat keberangkatan. Menurut Made Mudastera 1989 94 prosedur tersebut adalah sebagai berikut 1 Pengumpulan a Persiapan sebelum keberangkatan barang-barang bawaan tamu rombongan. Sebelum keberangkatan barang-barang bawaan tamu rombongan, seksi Uniform service harus benar-benar melakukan persiapan yang matang. Dengan persiapan ini, Bell Captain dapat mudah menangani proses pemindahan barang-barang tamu rombongan. Persiapan-persiapan yang dilakukan antara lain mengirim Group Luggage Message. Group Luggage Message adalah pesan yang dikirim kepada Tour leader untuk mendapatkan informasi yang pasti. Waktu pengumpulan barang-barang secara khusus ditanyakan. Bellcaptain harus mengetahui waktu pengumpulan barang-barang bawaan tamu rombongan paling lambat satu hari sebelum keberangkatan. Bell Captain dapat menanyakan secara langsung kepada tour leader atau mengirimkan pesan yang menanyakan informasi tentang keberangkatan tamu rombongan tersebut khususnya mengenai barang-barangnya. Namun terkadang disaat kedatangan, tour leader memberitahukan bellcaptain tentang waktu keberangkatan tamu-tamu rombongan tersebut dan waktu pengumpulan barang-barang mereka. Saat kedatangan, perlatan sangat diperlukan untk membawa barang-barang bawaan tamu rombongan. Begitu juga pada saat keberangkatan, peralatan, yang diperlukan sama halnya dengan pada saat kedatangan yaitu Hand luggage cart trolley dan electric luggage cart. Penggunaan alat ini disesuaikan dengan SOP di hotel yang bersangkutan. c Pengumpulan barang Bellcaptain harus mengirim Bellboy beberapa menit sebelum waktu pengumpulan barang-barang yang telah ditetapkan oleh tour leader. Bellboy menggunakan kereta barang dan membawa rooming list dan bellboy errand card untuk mencatat jumlah dua tempat yang mungkin digunakan oleh tamu dalam meletakkan barang-barangnya, yaitu - Diletakkan di kamar Sebelum Bellboy mengambil barang-barang yang ada di dalam kamar, dia juga harus memberitahukan floor supervisor atau roomboy/maid yang menangani kamar yang bersangkutan. Bellboy juga dapat meminta bantuan kepada mereka untuk membukakan pintu jika tidak ada tamu di kamar. - Diletakkan di luar kamar. Bellboy juga harus memberitahukan floor supervisor atau roomboy/maid bahwa tamu sudah check-out. d Ada beberapa tahapan yang dilalui bellboy di dalam mengumpulkan barang-barang bawaan tamu rombongan antara lain - Mengumpulkan barang berdasarkan lokasi/lantai/ nomor kamar. Pertama, Bellboy mengumpulkan barang berdasarkan lokasi kamar, kemudian lantai dimana kamar tersebut berada, dan terakhir nomor kamar yang bersangkutan. - Memeriksa kamar Bellboy harus memeriksa kamar dan memastikan barang-barang tamu yang tertinggal dan barang-barang hotel yang kemungkinan terbawa tamu. - Meminta kunci kamar Jika tamu masih berada di kamar, Bellboy dapat meminta kunci kamar secara sopan. Namun jika tamu meletakkan barang-barang di luar kamar, kunci kamar dapat diminta langsung ke Lobby. - mengeluarkan barang-barang. Saat mengeluarkan barang-barang dari kamar, keluarkanlah terlebih dahulu barang yang lebih besar dan berat baru kemudian barang-barang yang kecil dan ringan. -. Meletakkan barang-barang di kereta barang. Bellboy harus memperhatikan dinding koridor saat meletakkan kereta barang di depan kamar. Letakkanlah barang-barang yang besar dan berat di bawah barang-barang yang kecil dan ringan. e Penyimpanan Barang - Menyimpan barang Ada beberapa tempat yang digunakan untuk menyimpan barang- barang bawaan tamu rombongan antara lain di luggage room, lobby dan main entrance . - Melaporkan ke Tour Leader / Guide Barang-barang harus dihitung dan diperiksa sama seperti pada saat Bell Captain dengan rooming list melaporkan kepada tour leader. f Pencatatan Pencatatan dilakukan pada 1. Rooming List Informasi-informasi yang dicatat pada Rooming list antara lain jumlah dari barang setiap kamar, jumlah barang serta secara keseluruhan dan jenis-jenis barang. 2. Bellboy Errand Card Pengisian dilakukan sama halnya pada saat kedatangan tamu rombongan tersebut. Setelah bellboy Errand Card di isi dengan jumlah barang-barang tamu rombongan, plat nomor kendaraan yang membawa barang-barang tersebut, kemudian bellboy Errand Card diserahkan ke kasir untuk diminta memeriksa Bill tamu rombongan tersebut. Jika bill tamu telah di bayarkan maka kasir akan memberikan cap PAID pada bellboy errand card, jika belum kasir akan memberitahukan kepada bellcapatain agar selanjutnya di beritahukan ke tour leader. f Pengangkutan barang Biasanya setelah tour leader atau perwakilan dari travel agent menandatangani rooming list,rekening tamu telah dibayar, dan semua kunci kamar telah dikembalikan, barang-barang tamu rombongan sudah dapat dinaikkan ke dalam bus atau truk. Saat mengangkat dan menaikkkan barang-barang harus dijag agar tidak sampai rusak terutama di bagian pegangannya. Saat menumpuk barang, harus diperhatikan tanda-tanda seperti “this way up”, “fragile “. g Ucapan perpisahan Ketika tamu rombongan telah meninggalkan hotel, karyawan uniformed service mengucapkan kata-kata perpisahan, seperti “ Goodbye”, “have a nice trip “. Ini diucapkan terutama oleh Doorman yang memberikan kesan pertama dan terakhir untuk tamu. Stress Kerja Handoko 1987 200 menyatakan bahwa ”stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seseorang”. Stress berasal dari dua sumber utama, yaitu on the job dan off the job. On the job menyangkut kondisi yang berkaitan dengan lingkungan pekerjaan, meliputi kondisi internal dan eksternal. Yang termasuk dalam kondisi internal adalah kondisi fisik, perilaku, kognitif, emosional, dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk dalam kondisi eksternal adalah lingkungan fisik, karakteristik pekerjaan, lingkungan, dan lain-lain. Menurut Handoko 1987 201 ada beberapa penyebab stress dalam bekerja yang sering disebut dengan stressor, yaitu a. Beban kerja yang berlebihan. b. Tekanan atau desakan waktu. c. Kualitas supervisi yang buruk. d. Umpan balik tentang pekerjaan yang tidak memadai. e. Wewenang yang tidak mencukupi untuk melaksanakan tanggung jawab. f. Kemenduaan peran role ambiguity. g. Konflik antar pribadi dan kelompok. Stress dapat diselesaikan dengan cara mengurangi kegiatan untuk diselesaikan, menambah waktu untuk mengerjakan, dan memerlukan bantuan untuk mengerjakan.
Barangbawaan penumpang dari luar negeri seringkali menjadi permasalahan ketika diperiksa oleh Bea Cukai. Barang bawaan penumpang dari luar negeri seringkali menjadi Menu Tutup . Home. Nusantara. Sumatera Utara. Sumatera Selatan. Jabar. Jateng & DIY. Jatim. Makassar. Manado. Batam. Indeks. Home. Nusantara. Sumatera Utara. Sumatera Selatan 100% found this document useful 1 vote899 views7 pagesOriginal Titlepenanganan tamu check in dan check outCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote899 views7 pagesPenanganan Tamu Check in Dan Check OutOriginal Titlepenanganan tamu check in dan check outJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.Tentusaja dengan pelayanan yang baik dan cekatan sehingga secara tidak langsung memberikan citra yang baik kepada tamu, pada saat kedatangan atau check-in dengan tujuan memberikan kesan pertama yang baik kepada tamu. Prosedur penanganan barang bawaan tamu pada saat kedatangan (check-in), menurut Bagyono (1997:23-49) adalah sebagai berikut:
1KUNCI JAWABAN MODUL MENYEDIAKAN LAYANAN PORTER/BELLMAN Bab 1 Hal 34 sd 38 a. Pilihan ganda 1. b 6. b 11. d 16. b 21. b 2. c 7. a 12. b 17. d 22. d 3. e 8. b 13. e 18. e 23. b 4. a 9. b 14. a 19. b 24. b 5. d 10 . d 15. c 20. a 25 c b. Isian Singkat No. Nama daftar, formulir atau kartu Pengertian dan kegunaan 1 Luggage tag Kartu yang digantungkan pada barang bawaan tamu, agar tidak tertukar dengan barang bawaan tamu lain. 2 Baggage claim tag Kartu tanda bukti penitipan barang sementara waktu di luggage store, digunakan sebagai bukti penitipan dan pengambilan barang. 3 Bellman errand card Formulir/kartu yang digunakan untuk mencatat segala aktivitas yang berhubungan dengan penanganan barang bawaan tamu sejak tamu tiba, selama tinggal jika terjadi perpindahan kamar, dan ketika tamu meninggalkan hotel. 4 Group errand card Kartu yang digunakan khusus untuk penanganan barang bawaan tamu rombongan/group. 25 Bellman control sheet Kartu/formulir pengawasan yang digunakan oleh bell captain untuk mencatat kegiatan bellboy selama menangani barang bawaan tamu saat tiba, pindah kamar, atau berangkat meninggalkan hotel. 6 Luggage room book Buku pencatatan penitipan barang tamu yang dititipkan di luggage store. Buku ini mencatat aktivitas keluar masuknya barang yang dititipkan. 7 Expected arrival list Format yang mencatat mengenai nama-nama tamu yang diharapkan tiba. 8 Expected departure list Format yang mencatat mengenai nama-nama tamu yang diharapkan berangkat. 9 Room change form Formulir yang digunakan dalam prosedur perpindahan tamu ke kamar lain. Formulir ini diberikan dari reception ke bellman, dna pihak terkait. 10 Roooming list Bentuk daftar kamar tamu berisi informasi tamu rombongan yang digunakan bellman untuk memperkirakan alur kerja yang akan dilakukan, dan sebagai acuan dalam mendistribusikan barang-barang tamu. c. Esai 3a. Ketika tiba di hotel, tamu rombongan akan langsung diarahkan ke lokasi yang telah dipersiapkan. Penanganan pada tahap ini dilakukan oleh GRO Guest Relation Officer atau staf yang secara khusus ditunjuk, sedangkan barang bawaan rombongan dikelola oleh bellman. b. Sebelum menuju kamar, rombongan akan mendapatkan pembagian kunci dari ketua rombongan Tour Leader/TL. c. Bell captain berkoordinasi dengan tour leader untuk memperoleh rooming list d. Diperlukan beberapa staf yang bekerja terkoordinasi untuk menangani tamu rombongan. Harus ada staf khusus yang bertugas mengarahkan tamu menuju lift dan memastikan rombongan menuju lantai dan kamar yang benar. Di hotel besar/tertentu ada petugas khusus yang menangani keperluan tamu selama di dalam lift. Petugas ini disebut operator atau elevator operator. e. Satu atau lebih petugas berada di lantai yang dituju untuk mengarahkan rombongan ke kamar masing-masing dan menjelaskan fasilitas yang ada di kamar. 2. Tamu VIP harus mendapat perlakuan berbeda, dan manfaat yang diperoleh hotel dengan kedatangan tamu tersebut Kedatangan tamu VIP, apalagi jika mereka adalah pesohor kelas dunia, akan meningkatkan kelas dan prestise hotel. Semakin terkenal tamu VIP tersebut, semakin terkenal pula tempat hotel tersebut. Hal ini karena kedatangan pesohor tersebut akan diliput oleh media cetak maupun elektronik yang kemudian akan dipancarluaskan ke seluruh negeri bahkan dunia. 3. Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan a. Memeriksa ulang group arrival list Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa kedatangan tamu rombongan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah 1 Bell captain harus memeriksa dan mencocokkan group arrival list dengan bagian reception. 43 Selalu menggunakan teknik yang tepat untuk menghindari terjadinya kerusakan. b. Menempatkan barang bawaan tamu Barang bawaan tamu ditempatkan di dekat pintu utama dan dikelompokkan menurut jenisnya untuk memudahkan penghitungan. c. Menghitung barang bawaan tamu Penghitungan barang dilakukan untuk memastikan bahwa jumlah barang yang tiba sudah tepat, sekaligus menghindari adanya barang yang tertinggal di kendaraan atau mungkin di bandara. Tahapan yang harus dilakukan bellman adalah 1 Menghitung jumlah masing-masing jenis barang, memeriksa kondisi barang, dan memastikan tidak ada kerusakan. 2 Menginformasikan kepada tour leader mengenai jumlah barang dan kondisinya secara rinci dan lengkap. Setelah diperiksa tour leader lalu dicatat dalam group arrival list. 3 Memasang luggage tag yang sudah diisi informasi mengenai nama tamu, nomor kamar, sesuai dengan nomor kamar yang tertera pada rooming list 4 Menyortir barang tamu rombongan untuk memudahkan pendistribusian ke kamar masing-masing. Penyortiran dilakukan berdasarkan lokasi, lantai, kamar, dan penyusunan barang di trolley diurutkan sesuai dengan kamar terdekat ke kamar terjauh. d. Pengantaran barang bawaan tamu Pengantaran barang sebaiknya dilakukan menggunakan lift khusus barang. Apabila hotel tidak memiliki lift khusus barang, gunakan lift tamu, tetapi tidak bersamaan dengan tamu. Gunakan lift saat kosong, untuk menghindari ketidaknyamanan pengguna lift lain. 54. Sketsa alur penanganan tamu perorangan dari sebelum tiba, pada saat tiba sampai dengan tamu tersebut masuk kamar Komando tamu perorangan Komando internal 5. Prosedur penanganan tamu yang pindah kamar a. Petugas yang mempunyai wewenang untuk memberikan ijin kamar pindah bagi tamu adalah front office manager, assistant front office manager, dan chief of receptionist. Jika ada tamu yang pindah kamar, bell captain akan memberikan room change form dari reception kepada bellman. Setelah mendapatkan room change form, bellman akan meminta kunci kamar yang baru kepada receptionist untuk diberikan kepada tamu. b. Bellman herus memeriksa kembali penempatan barang dan kondisi barang yang akan dipindahkan ke kamar yang baru. Selain itu, bellman juga harus memeriksa barang milik tamu yang mungkin tertinggal atau barang hotel yang mungkin rusak. Jika terjadi kerusakan, segera informasikan kepada tamu untuk konfirmasi. c. Saat tamu pindah kamar, pemindahan harus dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat untuk menghindari kerusakan. Barang yang sudah dipindahkan, diletakkan di tempat yang sama seperti sebelumnya, atau di tempat yang semestinya, seperti closet, dresser desk, luggage rack, folding luggage rack, dan lain-lain. Bellman Menyiapkan perlengkapan trolley, Menyiapkan expected arrival guest list dan rooming list. Menyiapkan formulir dan kartu Bell captain Mengelola formulir/kartu untuk evaluasi Pendaftaran Reception Bellman mengantar barang Penyerahan amplop + guest card dan kunci kamar Penyambutan Tamu tiba LOBBY HOTEL 6d. Jika proses pemindahan barang sudah selesai, bellman harus menandatangani room changeform. Form ini dibuat untuk didistribusikan ke bagian terkait, antara lain front office cashier, telephone operator, housekeeping, laundry dan reception. e. Selanjutnya, bellman mengembalikan kunci kamar yang lama ke reception. Kemudian bellman melengkapi errand card dan menyerahkannya pada bell captain. Bab 2 Hal 48 sd 51 a. Pilihan ganda 1. b 6. d 11. b 2. a 7. d 12. e 3. d 8. d 13. c 4. c 9. e 14. b 5. c 10. b 15. d b. Isian Singkat No. Keterangan Pengertian dan atau kegunaannya 1 Baggage claim tag Kartu tanda bukti penitipan barang sementara waktu di luggage store, digunakan sebagai bukti penitipan dan pengambilan barang. 2 Storage Penyimpanan barang. 3 Valuable thing Barang yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. 4 Invaluable thing Barang yang nilai ekonomisnya kurang. 5 Over handle 6 Safety box Digunakan hanya untuk menyimpan barang-barang yang dianggap berharga, dan terbuat dari besi baja yang sangat kuat, terdiri dari banyak kotak/box yang diberi nomor untuk menunjukkan kepemilikan. 7membuka safety box digital. 8 Master key Digunakan untuk membuka safety box bersamaan dengan kunci yang dipegang oleh pemakai box. 9 Lost and Found Form yang berisi jenis dan jumlah barang, waktu penemuan, lokasi penemuan, keadaan barang, tanggal penemuan, dan lain-lain yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan. 10 Chief concierge Sebutan untuk kepala/pimpinan dari bagian uniformed service. c. Esai 1. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menangani titipan barang tamu Setiap barang yang dititipkan harus dicatat dalam log book penitipan barang. Kemudian bellman harus mengisi luggage tag sesuai dengan jumlah barang, jenis barang, tanggal penitipan, nama tamu dan nomor kamar yang menitipkan, serta paraf petugas yang menerima penitipan. Luggage tag dipotong menjadi dua bagian, satu diberikan kepada tamu sebagai bukti penitipan dan pengambilan barang, satu lagi diikatkan pada barang tamu. 2. Barang berharga harus diperlakukan berbeda, dan prosedur penyimpanannya Pembedaan terhadap klasifikasi barang lebih dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan dan penyimpanan. Barang berharga biasanya diberi tanda khusus untuk lebih diperhatikan. Penyimpanan barang berharga dilakukan melalui safety box. Setiap safety box memiliki dua lubang kunci, masing-masing kotak hanya memiliki satu anak kunci, tetapi ada kunci master yang disimpan oleh front office. Pada saat membuka box, harus ada petugas dan tamu yang akan memasukkan anak kunci dan memutarnya secara bersamaan. 3. Prosedur penyimpanan barang bawaan tamu yang dititipkan 1 Barang yang dititipkan diberi tanda/luggage tag setelah diisi nama tamu dan nomor kamar, jenis dan jumlah barang, tanggal dan waktu penitipan, tanda tangan petugas. Berikan satu lembar kepada tamu sebagai bukti penitipan 8dan pengambilan barang titipannya. Satu lembar potongannya, diberi karet/benang dan diikatkan pada barang yang dititipkan. 2 Mengisi log book penitipan dan mencatat nomor luggage tag-nya. 3 Mengunci kunci store, mengisi log book pengambilan kunci untuk memudahkan pengawasan kunjungan ke store. 4 Menyimpan di rak dalam store. Barang berat disimpan di rak bawah sedangkan yang ringan di bagian atas. 5 Mengisi log book penyimpanan barang titipan di store. 6 Mengunci pintu dan mengembalikan kunci, mengisi log book pengembalian kunci. 7 Setiap akhir shift, bell captain akan memeriksa semua log book penyimpanan, pengambilan dan pengembalian kunci. Jumlah dan kondisi barang yang dititipkan disesuaikan dengan semua catatan di log book untuk memastikan semua aman. 8 Bell captain melakukan serah terima dengan bell captain shift berikutnya. 9 Serah terima dianggap selesai setelah semua log book, kunci, dan barang penitipan diperiksa kebenarannya. 4. Sketsa alur penanganan penitipan barang bawaan tamu dari awal sampai barang tersebut diambil kembali Form kerja penitipan barang Barang bawaan tamu Valuable goods/ invaluable goods Perorangan/ rombongan Tertinggal Valuable safety box Invaluable store Perorangan Diberi luggage tag, dicatat di log book, disimpan di store. Rombongan Dicocokkan dengan rooming list, diberi luggage tag, ditata di atas trolley Formulir lost 95. Langkah penggunaan safety box a. Safety box yang belum digunakan harus selalu dalam keadaan terbuka. b. Tutup safety box setelah barang dimasukkan. Tekan tombol reset, diikuti dengan 4 nomor sandi dan tombol store. c. Untuk membuka safety box, tekan 4 nomor digit PIN maka safety box akan otomatis terbuka. Bab 3 Hal 60 sd 62 a. Pilihan ganda 1. b 6. c 2. c 7. b 3. d 8. d 4. b 9. c 5. a 10. e b. Isian Singkat No. Keterangan Pengertian dan atau kegunaannya 1 Valet card Tanda bukti saat tamu akan mengambil mobil yang diparkirkan. 2 Paging board Papan yang bertuliskan nama tamu yang sedang dicari beserta nomor kamarnya. Papan ini 10digunakan untuk mencari tamu yang dicari pengunjung hotel atau penelpon yang ingin bertamu atau berbicara dengan tamu yang dimaksud. 3 Pageboy Staf hotel yang bertugas untuk mencari dan memanggil tamu, pada hotel besar. 4 Past mail Surat untuk tamu yang sudah meninggalkan hotel. 5 Staff mail surat yang ditujukan untuk staf hotel. Surat-surat ini akan diserahkan kepada bagian personalia untuk didistribusikan kepada staf yang bersangkutan. c. Esai 1. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menangani surat untuk karyawan Surat untuk karyawan diserahkan kepada bagian personalia untuk didistribusikan kepada staf yang bersangkutan. Setiap pengiriman surat selalu dibuatkan catatan di expedition book. 2. Past mail dan cara penanganannya Past mail ialah surat untuk tamu yang sudah meninggalkan hotel. Beberapa hotel akan meminta tamu untuk meninggalkan alamat untuk penerusan surat mail forwarding address. Hal ini akan memudahkan pihak hotel dalam mengirimkan surat atau informasi lain setelah tamu meninggalkan hotel. Selain itu, alamat tamu yang telah berangkat dapat pula diperoleh dari guest history card. 3. Langkah-langkah melakukan paging dengan menggunakan paging board a. Jika mencari tamu melalui telepon, diminta untuk menunggu. b. Cek keberadaan tamu. Bisa dicek melalui sistem komputer jika tamu tersebut memberitahukan kemana dia akan pergi. c. Jika keberadaan tamu tidak dpaat ditemukan, bellman akan berkeliling area menggunakan paging board yang bertuliskan nama tamu yang sedang dicari dan nomor kamarnya, serta membunyikan bel untuk menarik perhatian. 11d. Apabila tamu yang dicari sudah diketemukan, arahkan tamu tersebut untuk menghampiri bagian reception untuk menerima sambungan telponnya atau pertemukan dengan tamu yang mencari. e. Jika tidak ada respon, bellman segera menginformasikan ke reception untuk melanjutkan kepada si penelpon. f. Reception akan menawarkan bantuan untuk menitipkan pesan kepada penelepon dan meminta nomor telepon yang bisa dihubungi untuk disampaikan kepada tamu yang dicari untuk melakukan telepon balik. g. Paging juga dapat dilakukan dengan menggunakan pelantang suara loudspeaker. Cara ini lebih efektif karena dapat menjangkau wilayah yang sangat luas dan dapat didengar oleh semua tamu, sehingga tamu bersangkutan dapat langsung mengetahui kalau sedang dicari. Kelemahan model ini adalah rahasia tamu menjadi diketahui oleh semua orang. Oleh karena itu paging dengan loudspeaker ini menjadi alternatif yang jarang dipilih. 4. Sketsa alur penanganan pelayanan valet a. Memeriksa kendaraan tamu. Jika ada kerusakan atau ada barang berharga yang ditinggalkan di dalam mobil dikonfirmasikan kepada tamu. Catat barang-barang yang ditinggal di mobil untuk diketahui tamu agar tidak terjadi klaim yang mungkin timbul pada saat tamu mengambil mobilnya. b. Menggunakan valet parking card. Satu bagian diberikan kepada tamu, dan satu bagian digantungkan pada kunci mobil. Kunci mobil akan disimpan di kotak yang sudah dipersiapkan dalam keadaan terkunci. c. Menulis tanggal, nomor mobil, waktu kedatangan, lokasi parkir, dan petugas parkir. d. Memarkirkan mobil tamu ditempat yang ditentukan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya tabrakan atau hal lain yang tidak diinginkan. 5. Langkah pengiriman surat untuk karyawan Surat didistribusikan ke departemen atau bagian terkait dan dibuatkan catatan penerimaan. 12EVALUASI Hal 66 sd 71 a. Pilihan ganda 1. b 11. d 21. e 2. c 12. b 22. c 3. e 13. e 23. b 4. a 14. a 24. d 5. d 15. c 25. b 6. b 16. d 26. c 7. a 17. d 27. d 8. b/d 18. e 28. b 9. b 19. b 29. a 10. d 20 b 30 c b. Isian Singkat No. Keterangan Menjelaskan pengertian dan/atau kegunaannya 1 Group errand card Kartu yang digunakan khusus untuk penanganan barang bawaan tamu rombongan/group. 2 Late check-out Keberangkatan keterlambatan tamu adalah suatu keadaan ketika tamu melewati batas waktu keberangkatan yang telah ditentukan. 3 Escorting Kegiatan mengantar/mengarahkan tamu, seperti mempersilahkan tamu untuk registrasi, dan mengantar tamu ke kamar. 4 Past mail Surat untuk tamu yang sudah meninggalkan hotel. 5 Staff mail Surat-surat yang ditujukan untuk staf hotel. Surat-surat ini akan diserahkan kepada bagian personalia untuk didistribusikan kepada staf yang bersangkutan. 6 Greeting Memberi salam kepada tamu. 7 Lost and Found Form Formulir yang berisi jenis dan jumlah barang, waktu penemuan, lokasi penemuan, keadaan barang, tanggal penemuan, dan lain-lain yang 13berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan. 8 Paging call Kegiatan pencarian dan pemanggilan tamu. 9 Airport representative Bagian dari hotel yang ditampilkan di airport. Kerja airport representative didukung oleh bellman, atau dengan kata lain tugas airport representative akan dilanjutkan oleh bellman ketika tamu sudah sampai di hotel, dari kedatangan, selama tinggal, dan keberangkatannya. 10 Electric trolley Jenis trolley yang dioperasikan oleh tenaga mesin, biasanya digunakan di hotel yang berkonsep garden hotel yang memiliki daerah operasional yang sangat luas, lokasi front office dengan kamar maupun antara satu kamar dengan kamar lain berjauhan. c. Esai 1. Langkah yang harus dilakukan dalam menangani tamu rombongan yang akan tiba a. Ketika tiba di hotel, tamu rombongan akan langsung diarahkan ke lokasi yang telah dipersiapkan. Penanganan pada tahap ini dilakukan oleh GRO Guest Relation Officer atau staf yang secara khusus ditunjuk, sedangkan barang bawaan rombongan dikelola oleh bellman. b. Sebelum menuju kamar, rombongan akan mendapatkan pembagian kunci dari ketua rombongan Tour Leader/TL. 14c. Bell captain berkoordinasi dengan tour leader untuk memperoleh rooming list d. Diperlukan beberapa staf yang bekerja terkoordinasi untuk menangani tamu rombongan. Harus ada staf khusus yang bertugas mengarahkan tamu menuju lift dan memastikan rombongan menuju lantai dan kamar yang benar. Di hotel besar/tertentu ada petugas khusus yang menangani keperluan tamu selama di dalam lift. Petugas ini disebut operator atau elevator operator. e. Satu atau lebih petugas berada di lantai yang dituju untuk mengarahkan rombongan ke kamar masing-masing dan menjelaskan fasilitas yang ada di kamar. 2. Tamu VIP harus diperlakukan berbeda, dan manfaat yang akan diperoleh hotel dengan kedatangan tamu tersebut Kedatangan tamu VIP, apalagi jika mereka adalah pesohor kelas dunia, akan meningkatkan kelas dan prestise hotel. Semakin terkenal tamu VIP tersebut, semakin terkenal pula tempat hotel tersebut. Hal ini karena kedatangan pesohor tersebut akan diliput oleh media cetak maupun elektronik yang kemudian akan dipancarluaskan ke seluruh negeri bahkan dunia. 3. Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan a. Memeriksa ulang group arrival list Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa kedatangan tamu rombongan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah 1 Bell captain harus memeriksa dan mencocokkan group arrival list dengan bagian reception. 2 Mengeluarkan barang bawaan tamu rombongan dari kendaraan. 3 Selalu menggunakan teknik yang tepat untuk menghindari terjadinya kerusakan. b. Menempatkan barang bawaan tamu Barang bawaan tamu ditempatkan di dekat pintu utama dan dikelompokkan menurut jenisnya untuk memudahkan penghitungan. 15Penghitungan barang dilakukan untuk memastikan bahwa jumlah barang yang tiba sudah tepat, sekaligus menghindari adanya barang yang tertinggal di kendaraan atau mungkin di bandara. Tahapan yang harus dilakukan bellman adalah 1 Menghitung jumlah masing-masing jenis barang, memeriksa kondisi barang, dan memastikan tidak ada kerusakan. 2 Menginformasikan kepada tour leader mengenai jumlah barang dan kondisinya secara rinci dan lengkap. Setelah diperiksa tour leader lalu dicatat dalam group arrival list. 3 Memasang luggage tag yang sudah diisi informasi mengenai nama tamu, nomor kamar, sesuai dengan nomor kamar yang tertera pada rooming list 4 Menyortir barang tamu rombongan untuk memudahkan pendistribusian ke kamar masing-masing. Penyortiran dilakukan berdasarkan lokasi, lantai, kamar, dan penyusunan barang di trolley diurutkan sesuai dengan kamar terdekat ke kamar terjauh. d. Pengantaran barang bawaan tamu Pengantaran barang sebaiknya dilakukan menggunakan lift khusus barang. Apabila hotel tidak memiliki lift khusus barang, gunakan lift tamu, tetapi tidak bersamaan dengan tamu. Gunakan lift saat kosong, untuk menghindari ketidaknyamanan pengguna lift lain. 4. Sketsa alur penanganan tamu perorangan dari sebelum tiba, pada saat tiba sampai dengan tamu tersebut masuk kamar Bellman Menyiapkan perlengkapan trolley, Menyiapkan expected arrival guest list dan rooming list. Menyiapkan formulir dan kartu Bell captain Mengelola formulir/kartu untuk evaluasi Pendaftaran Reception Bellman mengantar barang Penyerahan amplop + guest card dan kunci kamar Penyambutan Tamu tiba LOBBY HOTEL 16Komando tamu perorangan Komando internal 5. Prosedur penanganan tamu yang pindah kamar a. Petugas yang mempunyai wewenang untuk memberikan ijin kamar pindah bagi tamu adalah front office manager, assistant front office manager, dan chief of receptionist. Jika ada tamu yang pindah kamar, bell captain akan memberikan room change form dari reception kepada bellman. Setelah mendapatkan room change form, bellman akan meminta kunci kamar yang baru kepada receptionist untuk diberikan kepada tamu. b. Bellman herus memeriksa kembali penempatan barang dan kondisi barang yang akan dipindahkan ke kamar yang baru. Selain itu, bellman juga harus memeriksa barang milik tamu yang mungkin tertinggal atau barang hotel yang mungkin rusak. Jika terjadi kerusakan, segera informasikan kepada tamu untuk konfirmasi. c. Saat tamu pindah kamar, pemindahan harus dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat untuk menghindari kerusakan. Barang yang sudah dipindahkan, diletakkan di tempat yang sama seperti sebelumnya, atau di tempat yang semestinya, seperti closet, dresser desk, luggage rack, folding luggage rack, dan lain-lain. d. Jika proses pemindahan barang sudah selesai, bellman harus menandatangani room changeform. Form ini dibuat untuk didistribusikan ke bagian terkait, antara lain front office cashier, telephone operator, housekeeping, laundry dan reception. 17e. Selanjutnya, bellman mengembalikan kunci kamar yang lama ke reception. Kemudian bellman melengkapi errand card dan menyerahkannya pada bell captain. 6. Barang berharga harus diperlakukan berbeda, dan prosedur penyimpanannya Pembedaan terhadap klasifikasi barang lebih dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan dan penyimpanan. Barang berharga biasanya diberi tanda khusus untuk lebih diperhatikan. Penyimpanan barang berharga dilakukan melalui safety box. Setiap safety box memiliki dua lubang kunci, masing-masing kotak hanya memiliki satu anak kunci, tetapi ada kunci master yang disimpan oleh front office. Pada saat membuka box, harus ada petugas dan tamu yang akan memasukkan anak kunci dan memutarnya secara bersamaan. 7. Letak posisi ideal seorang bellman saat menunggu tamu yang sedang registrasi Biasanya dekat dengan pintu masuk dan dalam pengawasan barang bawaan tamu maupun tamu yang sedang registrasi, sehingga saat registrasi selesai bellman langsung mengetahui dan menindaklanjutinya. 8. Cara menjelaskan kepada tamu apabila ada barang yang dalam kondisi rusak Beritahukan kepada tamu dengan cara yang sopan, agar tidak terjadi klaim kepada hotel atas kerusakan tersebut. 9. Prosedur penanganan tamu perseorangan dan barang bawaannya a. Mengeluarkan barang bawaan tamu unloading luggage 1 Memberi salam kepada tamu greeting. 2 Membuka dan menutup pintu kendaraan. 3 Mengeluarkan barang bawaan dari kendaraan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya benturan yang dapat mengakibatkan kerusakan. b. Mempersilahkan tamu untuk registrasi escorting the guest 1 Antar atau arahkan tamu ke meja reception untuk registrasi. 2 Tampatkan barang bawaan tamu ke dalam trolley selama tamu tersebut mendaftar. 3 Saat menunggu tamu sedang registrasi, bellman harus menunggu di tempat yang ideal. 18 harus dilakukan bellman jika menemukan hal yang mencurigakan dan membahayakan perusahaan Mencatat dan melaporkan kepada pimpinan hal-hal yang mencurigakan untuk ditindaklanjuti. 1berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan. 8 Paging call Kegiatan pencarian dan pemanggilan tamu. 9 Airport representative Bagian dari hotel yang ditampilkan di airport. Kerja airport representative didukung oleh bellman, atau dengan kata lain tugas airport representative akan dilanjutkan oleh bellman ketika tamu sudah sampai di hotel, dari kedatangan, selama tinggal, dan keberangkatannya. 10 Electric trolley Jenis trolley yang dioperasikan oleh tenaga mesin, biasanya digunakan di hotel yang berkonsep garden hotel yang memiliki daerah operasional yang sangat luas, lokasi front office dengan kamar maupun antara satu kamar dengan kamar lain berjauhan. c. Esai 1. Langkah yang harus dilakukan dalam menangani tamu rombongan yang akan tiba a. Ketika tiba di hotel, tamu rombongan akan langsung diarahkan ke lokasi yang telah dipersiapkan. Penanganan pada tahap ini dilakukan oleh GRO Guest Relation Officer atau staf yang secara khusus ditunjuk, sedangkan barang bawaan rombongan dikelola oleh bellman. b. Sebelum menuju kamar, rombongan akan mendapatkan pembagian kunci dari ketua rombongan Tour Leader/TL. 2c. Bell captain berkoordinasi dengan tour leader untuk memperoleh rooming list d. Diperlukan beberapa staf yang bekerja terkoordinasi untuk menangani tamu rombongan. Harus ada staf khusus yang bertugas mengarahkan tamu menuju lift dan memastikan rombongan menuju lantai dan kamar yang benar. Di hotel besar/tertentu ada petugas khusus yang menangani keperluan tamu selama di dalam lift. Petugas ini disebut operator atau elevator operator. e. Satu atau lebih petugas berada di lantai yang dituju untuk mengarahkan rombongan ke kamar masing-masing dan menjelaskan fasilitas yang ada di kamar. 2. Tamu VIP harus diperlakukan berbeda, dan manfaat yang akan diperoleh hotel dengan kedatangan tamu tersebut Kedatangan tamu VIP, apalagi jika mereka adalah pesohor kelas dunia, akan meningkatkan kelas dan prestise hotel. Semakin terkenal tamu VIP tersebut, semakin terkenal pula tempat hotel tersebut. Hal ini karena kedatangan pesohor tersebut akan diliput oleh media cetak maupun elektronik yang kemudian akan dipancarluaskan ke seluruh negeri bahkan dunia. 3. Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan a. Memeriksa ulang group arrival list Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa kedatangan tamu rombongan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah 1 Bell captain harus memeriksa dan mencocokkan group arrival list dengan bagian reception. 2 Mengeluarkan barang bawaan tamu rombongan dari kendaraan. 3 Selalu menggunakan teknik yang tepat untuk menghindari terjadinya kerusakan. b. Menempatkan barang bawaan tamu Barang bawaan tamu ditempatkan di dekat pintu utama dan dikelompokkan menurut jenisnya untuk memudahkan penghitungan. 3Penghitungan barang dilakukan untuk memastikan bahwa jumlah barang yang tiba sudah tepat, sekaligus menghindari adanya barang yang tertinggal di kendaraan atau mungkin di bandara. Tahapan yang harus dilakukan bellman adalah 1 Menghitung jumlah masing-masing jenis barang, memeriksa kondisi barang, dan memastikan tidak ada kerusakan. 2 Menginformasikan kepada tour leader mengenai jumlah barang dan kondisinya secara rinci dan lengkap. Setelah diperiksa tour leader lalu dicatat dalam group arrival list. 3 Memasang luggage tag yang sudah diisi informasi mengenai nama tamu, nomor kamar, sesuai dengan nomor kamar yang tertera pada rooming list 4 Menyortir barang tamu rombongan untuk memudahkan pendistribusian ke kamar masing-masing. Penyortiran dilakukan berdasarkan lokasi, lantai, kamar, dan penyusunan barang di trolley diurutkan sesuai dengan kamar terdekat ke kamar terjauh. d. Pengantaran barang bawaan tamu Pengantaran barang sebaiknya dilakukan menggunakan lift khusus barang. Apabila hotel tidak memiliki lift khusus barang, gunakan lift tamu, tetapi tidak bersamaan dengan tamu. Gunakan lift saat kosong, untuk menghindari ketidaknyamanan pengguna lift lain. 4. Sketsa alur penanganan tamu perorangan dari sebelum tiba, pada saat tiba sampai dengan tamu tersebut masuk kamar Bellman Menyiapkan perlengkapan trolley, Menyiapkan expected arrival guest list dan rooming list. Menyiapkan formulir dan kartu Bell captain Mengelola formulir/kartu untuk evaluasi Pendaftaran Reception Bellman mengantar barang Penyerahan amplop + guest card dan kunci kamar Penyambutan Tamu tiba LOBBY HOTEL 4Komando tamu perorangan Komando internal 5. Prosedur penanganan tamu yang pindah kamar a. Petugas yang mempunyai wewenang untuk memberikan ijin kamar pindah bagi tamu adalah front office manager, assistant front office manager, dan chief of receptionist. Jika ada tamu yang pindah kamar, bell captain akan memberikan room change form dari reception kepada bellman. Setelah mendapatkan room change form, bellman akan meminta kunci kamar yang baru kepada receptionist untuk diberikan kepada tamu. b. Bellman herus memeriksa kembali penempatan barang dan kondisi barang yang akan dipindahkan ke kamar yang baru. Selain itu, bellman juga harus memeriksa barang milik tamu yang mungkin tertinggal atau barang hotel yang mungkin rusak. Jika terjadi kerusakan, segera informasikan kepada tamu untuk konfirmasi. c. Saat tamu pindah kamar, pemindahan harus dilakukan dengan menggunakan metode yang tepat untuk menghindari kerusakan. Barang yang sudah dipindahkan, diletakkan di tempat yang sama seperti sebelumnya, atau di tempat yang semestinya, seperti closet, dresser desk, luggage rack, folding luggage rack, dan lain-lain. d. Jika proses pemindahan barang sudah selesai, bellman harus menandatangani room changeform. Form ini dibuat untuk didistribusikan ke bagian terkait, antara lain front office cashier, telephone operator, housekeeping, laundry dan reception. 5e. Selanjutnya, bellman mengembalikan kunci kamar yang lama ke reception. Kemudian bellman melengkapi errand card dan menyerahkannya pada bell captain. 6. Barang berharga harus diperlakukan berbeda, dan prosedur penyimpanannya Pembedaan terhadap klasifikasi barang lebih dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan dan penyimpanan. Barang berharga biasanya diberi tanda khusus untuk lebih diperhatikan. Penyimpanan barang berharga dilakukan melalui safety box. Setiap safety box memiliki dua lubang kunci, masing-masing kotak hanya memiliki satu anak kunci, tetapi ada kunci master yang disimpan oleh front office. Pada saat membuka box, harus ada petugas dan tamu yang akan memasukkan anak kunci dan memutarnya secara bersamaan. 7. Letak posisi ideal seorang bellman saat menunggu tamu yang sedang registrasi Biasanya dekat dengan pintu masuk dan dalam pengawasan barang bawaan tamu maupun tamu yang sedang registrasi, sehingga saat registrasi selesai bellman langsung mengetahui dan menindaklanjutinya. 8. Cara menjelaskan kepada tamu apabila ada barang yang dalam kondisi rusak Beritahukan kepada tamu dengan cara yang sopan, agar tidak terjadi klaim kepada hotel atas kerusakan tersebut. 9. Prosedur penanganan tamu perseorangan dan barang bawaannya a. Mengeluarkan barang bawaan tamu unloading luggage 1 Memberi salam kepada tamu greeting. 2 Membuka dan menutup pintu kendaraan. 3 Mengeluarkan barang bawaan dari kendaraan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya benturan yang dapat mengakibatkan kerusakan. b. Mempersilahkan tamu untuk registrasi escorting the guest 1 Antar atau arahkan tamu ke meja reception untuk registrasi. 2 Tampatkan barang bawaan tamu ke dalam trolley selama tamu tersebut mendaftar. 3 Saat menunggu tamu sedang registrasi, bellman harus menunggu di tempat yang ideal. 6 harus dilakukan bellman jika menemukan hal yang mencurigakan dan membahayakan perusahaan Mencatat dan melaporkan kepada pimpinan hal-hal yang mencurigakan untuk ditindaklanjuti.
| Айብктօ йըյ | Ащև լεኮиዮ |
|---|---|
| ፓτаጉιցожከ рիֆባшዓш ታогፕврοበθτ | ሚ тումαшε дዩшዉ |
| Аслεч αյጴмυγիд | Էзቧглехош уцицኻпрοտω θճушኞктю |
| ዷዔеሺ всузιшጴпсα ослынοገ | Ֆոψеጺ եψащεбрը еቧևն |
| Ւаሡ ւи ζከнтι | Иμуջስсу з |
| Ιноስи τኙψቀнирсաም | Ωճուжи υጷιмխռուш |
Jawablahpertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar ! 1. Jelaskan pengertian haji menurut arti bahasa dan menurut syar'i ! 2. Sebutkan syarat wajib haji dan umrah bagi yang melaksanakannya ! 3. Jelaskan pengertian mampu dalam syarat wajib haji! 4. Jelaskan pengertian ṭawāf dan sebutkan syaratnya ! 5. Tulislah bacaan talbiyah berikut
Jelaskan Prosedur Pendistribusian Barang Bawaan Tamu Rombongan – Pendistribusian barang bawaan tamu rombongan merupakan tahapan penting dalam proses menyambut tamu rombongan. Proses yang dilakukan harus komprehensif sehingga tamu rombongan merasa nyaman dan mendapatkan pelayanan terbaik. Dibawah ini adalah prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan yang harus diikuti. Pertama, para pegawai yang bertugas harus mempersiapkan tempat penyimpanan barang bawaan tamu rombongan. Mereka harus memastikan bahwa tempat penyimpanan barang bawaan tamu rombongan memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung banyak barang. Kedua, setelah tempat penyimpanan barang bawaan tamu rombongan siap, para pegawai harus mempersiapkan kendaraan yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan. Pastikan kendaraan yang digunakan memiliki kapasitas yang cukup untuk mengangkut barang bawaan tamu rombongan. Ketiga, setelah kendaraan siap, para pegawai harus mengumpulkan barang bawaan tamu rombongan. Para pegawai harus memastikan bahwa barang bawaan tamu rombongan telah dikumpulkan dengan benar dan aman sebelum dibawa ke tempat tujuan. Keempat, para pegawai harus membagi barang bawaan tamu rombongan menjadi beberapa bagian. Hal ini penting untuk memudahkan pendistribusian barang bawaan tamu rombongan. Kelima, pendistribusian barang bawaan tamu rombongan mulai dilakukan. Para pegawai harus memastikan bahwa barang bawaan tamu rombongan disebar ke lokasi yang sesuai dengan tujuan mereka. Keenam, setelah pendistribusian selesai, para pegawai harus memeriksa kembali semua barang bawaan tamu rombongan untuk memastikan bahwa semua barang telah tiba di tempat tujuan dengan benar. Ketujuh, setelah semua barang bawaan tamu rombongan tiba di tempat tujuan, para pegawai harus menyimpan barang bawaan tamu rombongan dengan benar. Pastikan semua barang bawaan tamu rombongan disimpan di tempat yang aman. Kedelapan, para pegawai bertugas harus memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah tiba dengan aman dan tepat waktu. Jika ada barang bawaan tamu rombongan yang hilang, para pegawai bertugas harus segera melaporkannya. Demikianlah prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan yang harus diikuti. Proses yang terstruktur ini akan membantu para pegawai yang bertugas untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan dengan efektif dan efisien. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Jelaskan Prosedur Pendistribusian Barang Bawaan Tamu – Mempersiapkan tempat penyimpanan barang bawaan tamu rombongan yang memiliki kapasitas yang – Mempersiapkan kendaraan yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu – Mengumpulkan barang bawaan tamu – Membagi barang bawaan tamu rombongan menjadi beberapa – Pendistribusian barang bawaan tamu – Memeriksa kembali semua barang bawaan tamu – Menyimpan barang bawaan tamu rombongan dengan – Memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah tiba dengan aman dan tepat waktu – Mempersiapkan tempat penyimpanan barang bawaan tamu rombongan yang memiliki kapasitas yang cukup Mempersiapkan tempat penyimpanan barang bawaan tamu rombongan yang memiliki kapasitas yang cukup merupakan salah satu proses yang harus dilakukan dalam mengatur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa barang-barang yang dibawa oleh tamu rombongan akan disimpan dengan aman dan nyaman. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih tempat penyimpanan barang bawaan tamu rombongan. Pertama, pastikan bahwa tempat penyimpanan memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung semua barang yang dibawa oleh tamu rombongan. Selain itu, pastikan bahwa tempat penyimpanan itu dapat menjaga suhu barang yang ada di dalamnya. Hal ini penting untuk menjaga kualitas barang selama proses distribusi. Kedua, pastikan bahwa tempat penyimpanan itu memiliki sistem keamanan yang baik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa barang-barang tamu rombongan tidak akan hilang atau dirusak selama proses distribusi. Jika perlu, pastikan bahwa tempat penyimpanan itu dilengkapi dengan sistem pengawasan video untuk mengurangi risiko kehilangan barang. Ketiga, pastikan bahwa tempat penyimpanan itu mudah diakses. Hal ini penting untuk memastikan bahwa barang bisa dengan mudah dikirim ke lokasi tujuan tanpa terhambat oleh persyaratan waktu atau biaya. Jika memungkinkan, tempat penyimpanan harus berada di dekat lokasi tujuan, sehingga barang dapat dengan cepat dikirimkan ke tempat tujuan. Keempat, pastikan bahwa tempat penyimpanan memiliki sistem perlakuan yang tepat untuk barang-barang yang dikirimkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa barang-barang tamu rombongan tidak akan rusak atau rusak selama proses distribusi. Jika memungkinkan, pastikan bahwa tempat penyimpanan dilengkapi dengan perlakuan khusus untuk barang yang rentan dan berharga, seperti barang elektronik. Kelima, pastikan bahwa tempat penyimpanan dilengkapi dengan sistem inventarisasi yang baik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua barang yang dikirimkan dapat dengan mudah diakses dan dicatat. Ini juga akan membantu dalam mengidentifikasi barang yang telah hilang atau rusak selama proses distribusi. Semua langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa proses pendistribusian barang bawaan tamu rombongan berjalan lancar. Dengan menyediakan tempat penyimpanan yang memiliki kapasitas yang cukup, Anda dapat memastikan bahwa barang-barang tamu rombongan dapat dengan aman dan nyaman disimpan dan dikirimkan ke lokasi tujuan. – Mempersiapkan kendaraan yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan Mempersiapkan kendaraan yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan adalah salah satu prosedur penting dalam pendistribusian barang bawaan tamu rombongan. Hal ini penting karena alat transportasi yang tepat dapat membuat pengiriman barang bawaan tamu rombongan lebih efisien dan tepat waktu. Untuk mempersiapkan kendaraan yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan, berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan Pertama, pastikan jenis kendaraan yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan. Jika rombongan besar, maka kendaraan seperti bus atau truk besar harus digunakan untuk memastikan bahwa semua barang dapat disimpan dan dibawa dengan selamat ke tempat tujuan. Jika rombongan kecil, maka mobil atau van dapat digunakan. Kedua, pastikan kendaraan yang akan digunakan cukup kuat dan aman untuk mengangkut barang bawaan tamu rombongan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa barang-barang yang dibawa oleh tamu rombongan dapat sampai dengan selamat di tempat tujuan. Ketiga, pastikan bahwa kendaraan yang akan digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan dilengkapi dengan perlengkapan dan peralatan yang tepat. Ini termasuk seperti kantong plastik untuk menyimpan barang, sabuk pengaman untuk melekatkan barang rombongan pada kendaraan, dan ruang untuk menyimpan barang yang tidak akan digunakan. Keempat, pastikan bahwa kendaraan yang akan digunakan juga dilengkapi dengan asuransi yang tepat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa jika terjadi kerusakan atau kehilangan barang bawaan tamu rombongan selama proses pendistribusian, maka biaya perbaikan atau pengembalian barang bisa ditanggung oleh pihak asuransi. Kelima, pastikan bahwa sopir kendaraan yang akan digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan memiliki lisensi yang tepat. Ini penting untuk memastikan bahwa sopir yang akan mengoperasikan kendaraan memiliki pengalaman yang cukup dalam mengoperasikan kendaraan tersebut. Keenam, pastikan juga bahwa kendaraan yang akan digunakan memiliki rute yang tepat untuk mencapai tujuan. Ini penting untuk memastikan bahwa barang bawaan tamu rombongan dapat sampai ke tempat tujuan secepat dan tepat waktu mungkin. Demikianlah beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan kendaraan yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang bawaan tamu rombongan. Dengan mempersiapkan kendaraan yang tepat dan dengan mematuhi prosedur yang ditentukan, maka proses pendistribusian barang bawaan tamu rombongan akan berjalan dengan lancar. – Mengumpulkan barang bawaan tamu rombongan Mengumpulkan Barang Bawaan Tamu Rombongan adalah salah satu proses dalam prosedur pengdistribusian barang bawaan tamu rombongan. Ini adalah tahap awal yang memastikan bahwa semua barang yang dibawa oleh tamu rombongan tiba dengan aman dan tepat waktu di lokasi tujuan mereka. Tahap pertama dalam mengumpulkan barang bawaan tamu rombongan adalah pastikan semua barang tiba di lokasi yang benar. Ini bisa berupa lokasi bandara, stasiun kereta api, atau tempat tujuan tertentu yang telah ditentukan. Sebelum memulai proses pengumpulan, petugas harus memastikan bahwa semua barang yang akan dikumpulkan ada di lokasi yang benar. Petugas juga harus memastikan bahwa semua barang yang akan dikumpulkan dapat dikirim dengan aman dan tepat waktu. Setelah semua barang tiba di lokasi yang benar, petugas akan memulai proses pengumpulan. Petugas akan mengumpulkan semua barang dari tamu rombongan dan memastikan bahwa semua barang dikumpulkan dengan benar. Petugas juga akan memeriksa semua barang untuk memastikan bahwa semua barang yang dikumpulkan adalah milik tamu rombongan. Setelah barang telah dikumpulkan dengan benar, petugas akan mencatat nama dan jumlah barang yang dikumpulkan untuk mencatat segala sesuatu yang terkait dengan proses pengumpulan. Selain itu, petugas juga harus memastikan bahwa semua barang dikumpulkan dengan benar dan dengan aman. Petugas harus memastikan bahwa semua barang yang dikumpulkan disimpan dengan aman dan hanya dikirim ke lokasi tujuan yang benar. Petugas juga harus memastikan bahwa barang yang dikumpulkan ditempatkan dalam kendaraan yang aman dan tepat waktu. Setelah semua barang dikumpulkan dengan benar, petugas akan mengirimkan barang ke lokasi tujuan yang telah ditentukan. Petugas akan mengirimkan semua barang ke lokasi tujuan dengan aman dan tepat waktu. Petugas juga akan memastikan bahwa semua barang yang dikirimkan sampai dengan aman dan tepat waktu di lokasi tujuan. Mengumpulkan barang bawaan tamu rombongan adalah tahap awal yang penting dalam prosedur pengdistribusian barang bawaan tamu rombongan. Petugas harus memastikan bahwa semua barang yang akan dikumpulkan ada di lokasi yang benar dan mereka juga harus memastikan bahwa barang yang dikumpulkan disimpan dengan aman dan dikirim ke lokasi tujuan yang benar. Petugas juga harus memastikan bahwa semua barang yang dikirimkan tiba dengan aman dan tepat waktu di lokasi tujuan. – Membagi barang bawaan tamu rombongan menjadi beberapa bagian Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen tamu rombongan. Dengan prosedur ini, maka akan memastikan bahwa barang bawaan tamu rombongan terdistribusi dengan benar dan tepat. Prosedur pendistribusi barang bawaan tamu rombongan terdiri dari beberapa tahap. Pertama, manajer atau pengelola wisata harus memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan tersedia dan siap dibagikan. Jika ada barang yang tertinggal atau hilang, maka manajer harus segera mencari dan menemukan barang tersebut. Setelah itu, manajer harus memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah dikemas dengan rapi dan teratur. Hal ini penting untuk memastikan bahwa proses distribusi barang bawaan tamu rombongan berjalan dengan lancar. Kedua, manajer harus membagi barang bawaan tamu rombongan menjadi beberapa bagian. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan terdistribusi dengan benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing tamu. Setelah itu, manajer harus mencatat nama tamu dan bagian masing-masing barang bawaan tamu rombongan. Catatan ini penting untuk memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan terdistribusi dengan benar dan tepat. Ketiga, manajer harus menjemput tamu rombongan dan membawa mereka ke tempat distribusi barang bawaan tamu rombongan. Di sini, manajer harus memastikan bahwa semua tamu memahami prosedur distribusi barang bawaan tamu rombongan sebelum barang diberikan. Setelah itu, manajer harus membagikan barang bawaan tamu rombongan kepada tamu yang bersangkutan. Keempat, setelah semua barang bawaan tamu rombongan terdistribusi, maka manajer harus segera melakukan pemeriksaan ulang atas barang yang dibagikan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah terdistribusi dengan benar dan tepat. Jika ada barang yang tertinggal, maka manajer harus segera mencari dan menemukan barang tersebut. Kelima, setelah semua barang bawaan tamu rombongan selesai didistribusikan, maka manajer harus memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah kembali ke tempat asalnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan tersimpan dengan aman dan tepat. Dengan mengikuti prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan, maka manajer akan dapat memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan terdistribusi dengan benar dan tepat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua tamu rombongan dapat menikmati liburan mereka dengan nyaman dan aman. – Pendistribusian barang bawaan tamu rombongan Pendistribusian barang bawaan tamu rombongan adalah proses membagikan barang-barang yang dibawa oleh tamu rombongan kepada jumlah tamu yang tepat. Proses ini dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi tamu dan memfasilitasi proses check-in yang lebih cepat. Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan disusun dengan baik akan memastikan bahwa setiap tamu rombongan memiliki barang-barang yang dibutuhkan dan barang-barangnya aman sampai tamu tiba di lokasi tujuan. Pertama, manajemen hotel harus mengidentifikasi jumlah tamu yang akan hadir dalam rombongan. Untuk melakukan ini, manajemen harus mendapatkan informasi dari pembuat pemesanan atau agen perjalanan. Ini akan membantu manajemen hotel menentukan jumlah aset yang harus disediakan. Setelah jumlah tamu diketahui, manajemen hotel harus mengatur rombongan dan membagikan barang-barang bawaan mereka. Manajemen harus menentukan lokasi yang tepat untuk membagikan barang-barang bawaan dan memastikan bahwa setiap tamu memiliki barang-barang yang dibutuhkan. Selanjutnya, manajemen harus memastikan bahwa setiap tamu memiliki akses ke bagasi yang mereka butuhkan. Jika ada bagasi yang tidak bisa diakses oleh tamu, manajemen harus menyediakan solusi alternatif untuk membantu tamu mendapatkan barang-barang mereka ke lokasi tujuan. Setelah semua barang bawaan tersebut telah didistribusikan, manajemen harus mencatat jumlah dan jenis barang yang dibawa oleh rombongan. Manajemen harus memastikan bahwa semua barang yang dibawa oleh rombongan telah dicatat dengan benar sehingga jika ada barang yang hilang atau rusak, manajemen dapat mengidentifikasinya dan mengganti barang tersebut. Manajemen juga harus memastikan bahwa setiap barang yang dibawa oleh rombongan telah diberi label yang tepat. Label bertindak sebagai petunjuk bagi tamu dan memastikan bahwa barang-barang tersebut dikirim ke lokasi yang benar. Label harus berisi nama tamu, nomor kamar, lokasi tujuan dan tanggal pengiriman. Terakhir, manajemen hotel harus memastikan bahwa semua barang yang dibawa oleh tamu rombongan telah dibawa ke lokasi tujuan. Manajemen harus memastikan bahwa setiap barang telah diterima oleh tamu dan telah disimpan dengan aman. Jika ada barang yang hilang atau rusak, manajemen harus segera menggantinya. Setelah semua prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan telah selesai, manajemen harus memastikan bahwa semua tamu telah menerima bagasi mereka dengan aman dan memiliki akses ke barang-barang yang mereka butuhkan. Ini akan membuat tamu merasa nyaman dan merasakan pengalaman yang menyenangkan saat tinggal di hotel. – Memeriksa kembali semua barang bawaan tamu rombongan Pemeriksaan kembali semua barang bawaan tamu rombongan merupakan prosedur penting dalam pendistribusian barang bawaan tamu rombongan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua barang yang dibawa oleh tamu rombongan sampai ke tujuan dengan aman dan tepat waktu. Pertama, sebelum memulai prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan, semua barang harus dikumpulkan dan diatur dengan baik. Setelah itu, semua barang harus diperiksa dengan hati-hati untuk memastikan bahwa tidak ada barang yang hilang atau rusak. Kemudian, setelah semua barang telah diperiksa dengan hati-hati, seorang petugas distribusi akan memeriksa kembali semua barang untuk memastikan bahwa semua barang yang dibawa oleh tamu rombongan sesuai dengan daftar barang yang diberikan sebelumnya. Petugas distribusi juga akan memastikan bahwa semua barang telah dikemas dengan baik dan aman. Selanjutnya, setelah semua barang telah diverifikasi, petugas distribusi akan mengatur pengiriman barang ke tujuan. Petugas distribusi harus memastikan bahwa semua barang yang dikirim tepat waktu dan sampai ke tujuan dengan aman. Petugas distribusi juga harus memastikan bahwa semua barang dikirimkan ke alamat yang benar. Setelah semua barang telah sampai di tujuan, petugas distribusi akan memeriksa kembali semua barang untuk memastikan bahwa semua barang yang dikirimkan sesuai dengan daftar barang yang diberikan sebelumnya. Jika ada barang yang hilang atau rusak, petugas distribusi harus segera menghubungi pemilik barang. Pemeriksaan kembali semua barang bawaan tamu rombongan merupakan prosedur penting dalam pendistribusian barang bawaan tamu rombongan. Proses ini penting untuk memastikan bahwa semua barang yang dibawa oleh tamu rombongan sampai tepat waktu dan dikirimkan ke alamat yang benar. Selain itu, prosedur ini juga memastikan bahwa semua barang yang dikirimkan telah diverifikasi dengan benar dan sampai dengan aman. – Menyimpan barang bawaan tamu rombongan dengan benar Menyimpan barang bawaan tamu rombongan dengan benar adalah salah satu proses di dalam prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan. Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan adalah seperangkat tata cara untuk memastikan bahwa barang-barang yang dibawa tamu rombongan dapat didistribusikan dengan benar dan tepat waktu. Tahap pertama dalam prosedur ini adalah persiapan. Pekerjaan persiapan meliputi penyimpanan, pengemasan, dan pengawalan barang bawaan tamu rombongan. Untuk menyimpan barang bawaan tamu rombongan dengan benar, perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, tempat penyimpanan harus kering dan bersih. Kedua, barang yang dibawa harus dikemas dengan rapi dan aman, dan dapat diklasifikasikan untuk memudahkan distribusi. Ketiga, setiap barang harus diberi label. Label ini berisi informasi tentang jenis barang, nama pemilik, dan jumlah. Label ini sangat membantu dalam proses distribusi. Tahap kedua dalam prosedur ini adalah pengiriman. Pengiriman barang bawaan tamu rombongan adalah proses mengirim barang dari tempat penyimpanan ke hotel, restoran, atau tempat lain yang ditentukan. Sebelum melakukan pengiriman, penting untuk memverifikasi bahwa semua barang sudah dikemas dengan benar dan aman. Jika ada barang yang rusak atau hilang, perlu melakukan pembatalan atau penggantian barang tersebut. Tahap ketiga dalam prosedur ini adalah penerimaan. Pekerjaan penerimaan meliputi verifikasi dan konfirmasi barang bawaan tamu rombongan. Pertama, perlu memeriksa label pada semua barang yang diterima untuk memastikan bahwa semua informasi yang tercantum sudah benar. Kedua, setelah memastikan bahwa semua barang sudah tiba dengan aman dan benar, perlu mengkonfirmasi bahwa jumlah barang yang diterima sesuai dengan yang seharusnya. Tahap terakhir dalam prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan adalah penyimpanan. Setelah menerima dan mengkonfirmasi barang bawaan tamu rombongan, barang-barang tersebut harus disimpan dengan benar. Pertama, perlu memastikan bahwa tempat penyimpanan cukup luas dan layak. Kedua, perlu menyediakan rak, kotak, atau tempat lainnya untuk menyimpan barang-barang tersebut. Ketiga, semua barang harus dikemas dengan rapi, benar, dan aman. Kesimpulannya, menyimpan barang bawaan tamu rombongan dengan benar adalah salah satu tahap penting dalam prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan. Prosedur tersebut meliputi berbagai tahap, mulai dari persiapan, pengiriman, penerimaan, hingga penyimpanan. Setiap tahap harus dilakukan dengan benar dan tepat waktu agar barang bawaan tamu rombongan dapat didistribusikan dengan benar. – Memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah tiba dengan aman dan tepat waktu Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan adalah cara yang digunakan untuk memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah tiba dengan aman dan tepat waktu. Pendistribusian barang bawaan tamu rombongan adalah proses yang paling penting dalam pengelolaan perjalanan rombongan. Hal ini karena penyebaran barang dapat menentukan tingkat kenyamanan dan keselamatan para tamu selama perjalanan mereka. Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan dimulai dengan pengecekan rinci tentang informasi barang bawaan tamu rombongan sebelum perjalanan dimulai. Operator pemandu wisata harus tahu berapa jumlah barang bawaan yang akan dibawa oleh tamu rombongan, dimana lokasi pengambilan barang tersebut, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses penyebaran barang. Setelah operator pemandu wisata memastikan informasi tentang barang bawaan tamu rombongan, mereka harus segera menyiapkan staf yang terampil untuk melakukan proses pendistribusian barang. Staf ini harus memiliki pengetahuan tentang berbagai lokasi tujuan, dan harus mengetahui cara yang tepat untuk mengirim barang bawaan tamu rombongan ke lokasi tujuan mereka. Operator pemandu wisata juga harus menyiapkan transportasi yang tepat untuk menyebarkan barang bawaan tamu rombongan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan tiba dengan aman dan tepat waktu. Transportasi yang tepat dapat berupa truk, kendaraan pribadi, atau bahkan pesawat tergantung pada jumlah barang bawaan yang akan dikirim. Kemudian, operator pemandu wisata harus menyiapkan jadwal distribusi barang bawaan tamu rombongan. Jadwal ini harus dibuat dengan hati-hati untuk memastikan bahwa semua barang tiba di lokasi tujuan dengan aman dan tepat waktu. Operator pemandu wisata harus juga memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah dibungkus dengan benar dan disimpan dengan aman selama proses distribusi. Setelah semua barang bawaan tamu rombongan tiba di lokasi tujuan, operator pemandu wisata harus memastikan bahwa semua barang telah diterima dengan aman dan tepat waktu. Operator pemandu wisata harus mengecek semua barang bawaan tamu rombongan secara rinci untuk memastikan bahwa barang-barang tersebut sesuai dengan deskripsi yang diberikan. Prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan sangat penting untuk memastikan bahwa semua barang bawaan tamu rombongan telah tiba dengan aman dan tepat waktu. Operator pemandu wisata harus melakukan berbagai langkah untuk memastikan bahwa proses distribusi barang bawaan tamu rombongan berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dengan melakukan prosedur pendistribusian barang bawaan tamu rombongan dengan benar, operator pemandu wisata dapat memastikan bahwa seluruh perjalanan rombongan berjalan lancar dan nyaman. Iklanmerupakan pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual dan dipasang di dalam media massa atau di tempat umum. Berdasarkan jenisnya, iklan dibedakan atas: 1) iklan layanan masyarakat, misalnya imbauan menjaga kelestarian hutan; 2) iklan niaga, misalnya penawaran produk obat; serta 3) iklan keluarga, misalnya iklan